Alaku
Alaku

Padang Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Bansos Capai Rp65,9 Miliar

Cloud Hosting Indonesia

Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat melalui sinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Hingga Triwulan I Tahun 2026, total dukungan anggaran bantuan sosial yang mengalir ke Kota Padang mencapai Rp65,99 miliar untuk penanganan korban bencana dan bantuan reguler bagi keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sanjaya, menyebutkan dukungan anggaran tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan bantuan sosial hadir tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi antara Pemko Padang dan Kemensos RI berjalan sangat baik. Sampai Triwulan I ini, dukungan pusat yang telah terealisasi mencapai lebih dari Rp65,9 miliar dan langsung menyentuh masyarakat, baik yang terdampak bencana maupun warga kurang mampu,” ujar Eri Sanjaya di Padang, Sabtu (30/5/2026).

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp9,81 miliar dialokasikan khusus untuk penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor melalui dana APBN Kemensos.

Bantuan tersebut telah menjangkau 730 kepala keluarga (KK) dengan sejumlah skema perlindungan sosial, mulai dari santunan ahli waris, jaminan hidup, hingga bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi.

Rinciannya, santunan ahli waris mencapai Rp165 juta bagi 11 jiwa, masing-masing menerima Rp15 juta. Kemudian Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp3,8 miliar untuk 730 KK atau setara 2.819 jiwa dengan indeks Rp15 ribu per jiwa selama tiga bulan.

Sementara itu, bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi mencapai Rp5,84 miliar untuk 730 KK. Setiap keluarga menerima Rp8 juta yang terdiri atas Rp3 juta untuk kebutuhan isi hunian dan Rp5 juta sebagai stimulan ekonomi.

Tak hanya mengandalkan dukungan pusat, Pemko Padang juga mengalokasikan dana tanggap darurat sebesar Rp2 miliar dari APBD untuk mempercepat penanganan warga terdampak bencana.

Meski demikian, Eri mengakui proses administrasi masih berlangsung bagi sebagian penerima bantuan. Saat ini, terdapat 202 KK terdampak yang masih menunggu pencairan bantuan stimulan. Namun Dinas Sosial memastikan seluruh berkas telah diajukan ke Kemensos RI.

“Tercatat masih ada 202 KK yang belum menerima bantuan stimulan bencana. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena usulan sudah kami sampaikan ke Kemensos dengan total anggaran Rp2,62 miliar,” tegasnya.

Selain penanganan bencana, porsi terbesar bantuan sosial di Kota Padang berasal dari program reguler APBN dengan total realisasi Rp56,18 miliar pada Triwulan I 2026.

Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu instrumen utama yang menyasar 18.168 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp13,91 miliar.

Kemudian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako menjangkau 39.280 KPM dengan total Rp22,73 miliar. Setiap penerima memperoleh Rp600 ribu per triwulan atau Rp200 ribu per bulan.

Sementara itu, program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) atau BPJS gratis menjangkau 186.004 jiwa dengan total nilai Rp19,53 miliar melalui pembayaran premi layanan kesehatan oleh negara.

Tidak berhenti pada bantuan konsumtif, Pemko Padang juga mengarahkan APBD 2026 untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga melalui program pemberdayaan usaha ekonomi produktif.

Melalui program tersebut, bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per penerima disalurkan untuk berbagai sektor, seperti usaha menjahit bagi 10 penerima, usaha kuliner bagi 20 penerima, bantuan PMD untuk empat penerima, hingga pengadaan kompresor bagi dua penerima manfaat.

Perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi prioritas. Dinas Sosial menyalurkan 11 unit kursi roda dan 10 tongkat bantu jalan bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Selain itu, bantuan modal usaha bagi 11 penyandang disabilitas diberikan masing-masing sebesar Rp4,3 juta, disertai bantuan paket sembako bagi 55 penerima difabel dan 55 lansia.

Eri menegaskan, seluruh bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bantalan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat.

“Kami akan terus mengawal proses verifikasi dan penyaluran di lapangan agar berlangsung transparan, akuntabel, dan benar-benar memicu kemandirian ekonomi warga,” pungkasnya.

Besarnya dukungan bansos yang masuk ke Kota Padang menunjukkan bahwa perlindungan sosial kini tidak hanya berfokus pada bantuan saat krisis, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat dan mempersempit kerentanan sosial secara berkelanjutan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *