RADAR KEPRI, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memberangkatkan mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) untuk melaksanakan pendataan lapangan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) untuk memperkuat dukungan data bagi percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Bandara Halimperdana Kusuma, Jakarta pada Kamis (15/1/2026) mengatakan keterlibatan mahasiswa Polstat STIS merupakan bagian dari dukungan BPS dalam penyediaan data pascabencana yang cepat dan dapat dipertanggungjawabkan. ”Pendataan ini merupakan wujud kontribusi mahasiwa, tidak hanya untuk keilmuan tetapi juga kepada masyarakat. Sekaligus, ini akan menjadi tulang punggung penyediaan data untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia.
BPS berperan sebagai koordinator bidang pengelolaan data dalam tim pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026.
Pelepasan ini merupakan tahap kedua setelah sehari sebelumnya diberangkatkan pula 120 mahasiswa. Pada tahap ini, kembali diberangkatkan 120 mahasiswa menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.
Mahasiswa Polstat STIS akan bertugas sebagai enumerator lapangan bersama pegawai BPS untuk mendata rumah tangga terdampak, kondisi rumah, serta infrastruktur yang rusak.
Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah warga, pendataan di pengungsian, serta pencatatan kondisi bangunan atau infrastruktur berbasis foto dan titik koordinat (geotagging).
Data yang dihimpun akan dipadankan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Pembangunan (BNPB).
Hasil pendataan akan menjadi dasar bagi satuan tugas penanganan bencana dalam menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar bantuan dan program pemulihan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran. (Red)















