Alaku
Alaku

KKP Kerahkan 1.142 Taruna Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumatra

Cloud Hosting Indonesia

RADAR KEPRI, Jakarta  — Pemerintah memperkuat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan mengerahkan sumber daya manusia terlatih. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna ke wilayah terdampak di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat untuk mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Sebanyak 300 taruna dilepas secara simbolis dalam Upacara Nasional Pelepasan Taruna KKP ke Sumatra di Hanggar Skadron 45, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pelepasan dipimpin Mendagri, Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, bersama Menteri Kelautan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dan Wamen Kelautan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, serta dihadiri unsur kementerian/lembaga dan TNI/Polri.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan, penanganan pascabencana tidak cukup berhenti pada pemulihan fisik infrastruktur. Negara, kata dia, harus hadir memastikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kembali bergerak. “Dalam situasi bencana, yang paling dibutuhkan adalah sumber daya manusia. Taruna KKP akan membantu pekerjaan yang tidak terjangkau alat berat, terutama pembersihan dan pemulihan lingkungan,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (16/1/2026).

Ia menekankan kehadiran taruna merupakan wujud gotong royong nasional. “Ini bukan hanya bantuan kemanusiaan, tetapi juga penguatan karakter dan pengabdian generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa penugasan taruna merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang utuh—memadukan kompetensi teknis, disiplin, dan empati sosial. “Taruna KKP dipersiapkan menjadi SDM unggul sektor kelautan dan perikanan, sekaligus memiliki keberanian hadir di tengah masyarakat saat bangsa membutuhkan,” tegas Trenggono.

Para taruna akan diterjunkan secara bertahap dan terkoordinasi untuk membantu rekonstruksi fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan dan permukiman, trauma healing, serta berbagai tugas kemanusiaan lain sesuai kebutuhan di lapangan. Seluruh penugasan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, disiplin, dan koordinasi dengan Satgas serta pemerintah daerah.

Sebanyak 1.142 taruna tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan vokasi KKP, antara lain Politeknik AUP, Politeknik Pangandaran, Politeknik Karawang, Politeknik Sidoarjo, Politeknik Dumai, serta SUPM Ladong dan Pariaman. Kehadiran mereka diharapkan mempercepat pemulihan, khususnya di wilayah pesisir dan sektor kelautan-perikanan yang terdampak bencana.

Sebagai penanda dimulainya misi kemanusiaan, dilakukan penyerahan tas kerja taruna secara simbolis oleh Mendagri, Menteri KP, dan Wakil Menteri KP kepada perwakilan taruna—menegaskan kesiapan mereka menjalankan tugas pengabdian di lapangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *