RADAR KEPRI, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, memberikan dukungan aktif dalam proses pencarian lokasi dan penyediaan lahan yang dinilai paling sesuai untuk pembangunan Koperasi Merah Putih.
Selain itu, Kantor Staf Presiden (KSP) juga telah melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak Agro Industri Nasional (Agrinas).
Koordinasi ini bertujuan untuk mendorong penyusunan serta penetapan regulasi yang dapat berfungsi sebagai payung hukum, sehingga seluruh proses penyediaan dan pemanfaatan lahan bagi Koperasi Merah Putih dapat berjalan dengan lebih terarah, aman, dan memiliki dasar hukum yang jelas.
“Dari Agrinas, Pak Joao Mota sudah rapat koordinasi di Kantor Staf Presiden dan nanti akan dicarikan lokasinya untuk pematangan lahan. Mudah-mudahan segera aturan atau regulasi dari Agrinas Pangan itu betul-betul keluar, sehingga bisa mempercepat proses pembangunan (Koperasi Merah Putih),” ujar Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan Muhammad Qodari di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Qodari meninjau langsung perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di sejumlah tempat di Kota Palangka Raya, Kamis (11/12/2025).
Dalam kunjungannya, Muhammad Qodari didampingi Dandim Palangka Raya, Letnan Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, dan Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini. Kunjungan Kastaf ini untuk memastikan percepatan pembangunan gerai-gerai Koperasi Merah Putih di Palangka Raya, yang kini menunjukkan progres signifikan. “Saya bersama dengan Pak Dandim dan Pak Wakil Walikota berada di lokasi calon gerai Koperasi Merah Putih Habaring Hurung di Kota Palangka Raya. Terakhir saya ke sini, waktu itu melihat lokasi, waktu itu baru dapat satu atau dua lahan. Per hari ini sudah dapat 20 lahan yang memenuhi persyaratan ,” ucapnya.
Lebih lanjut, Qodari mengatakan realita pembangunan Koperasi Merah Putih di Palangka Raya menggembirakan, walaupun belum semua, tapi sudah bergerak untuk pembangunan. “Nah, salah satu PR (pekerjaan rumah) kita itu adalah regulasi dan anggaran untuk pematangan lahan. Mudah-mudahan penimbunan, pematangan lahan, nanti cepat selesai, cepat keluar (regulasinya) sehingga kita bisa ngebut lari cepat agar Koperasi Merah Putih bisa berdiri di seluruh penjuru Indonesia,” ujar Qodari.
Seluruh koperasi yang direncanakan di Palangka Raya telah melalui proses administrasi pembangunan dan kini memasuki tahap pembangunan fisik. “Sudah akta notaris sebanyak 30 (koperasi), masuk tahapan berikutnya untuk pembangunan gerai sudah ada 20 lahan yang oke,” ungkap Qodari.
Lebh lanjut, Qodari menambahkan dari puluhan lahan yang telah siap, sebagian besar sudah mulai dibangun, dan sebagian lainnya tengah menunggu percepatan proses konstruksi. “Nah, dari 20 itu yang sudah mulai dibangun enam. Tadi kita sudah dari Katimpun, Katimpun itu baru fondasi. Nah, kalau sekarang ini di Habaring Hurung sudah naik dinding,” jelasnya.
Sejumlah lokasi strategis pembangunan Koperasi Merah Putih membutuhkan intervensi pematangan lahan agar bisa segera dibangun. “Di jalan Setaji, Kelurahan Panarung, Palangka Raya, salah satu contoh lokasi yang sangat strategis, di tengah kota, sangat tepat untuk jadi Koperasi Merah Putih,” pungkasnya. (Red)















