RADAR KEPRI, Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memperkuat kolaborasi internasional untuk mempercepat pembangunan desa tertinggal melalui kemitraan strategis dengan Asian Development Bank (ADB).
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria, dengan jajaran ADB Indonesia Resident Mission di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menteri Yandri menegaskan bahwa pembangunan desa menjadi agenda prioritas nasional pada era Presiden Prabowo Subianto, sejalan dengan Asta Cita ke enam yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, arah kebijakan tersebut diterjemahkan melalui berbagai program strategis Kemendes PDT, seperti penguatan BUMDesa, Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tematik, Desa Ekspor, hingga Desa Ketahanan Energi.
“Yang penting di daerah tertinggal masih ada desa yang perlu kolaborasi untuk percepatan pembangunan,” ujar Yandri.
Ia menjelaskan, pemerintah terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai mitra internasional guna mempercepat transformasi desa, termasuk dalam pengembangan ekonomi hijau berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami siap berkolaborasi karena memang banyak program ke desa yang bisa dikolaborasikan dengan ADB,” katanya.
Sementara itu, Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa dari total 75.266 desa di Indonesia, masih terdapat sekitar 10 ribu desa berstatus tertinggal yang menghadapi keterbatasan layanan dasar seperti listrik, pendidikan, dan kesehatan.
Karena itu, pemerintah mendorong sinergi lintas pihak untuk mempercepat peningkatan status desa tertinggal menjadi desa berkembang dan maju.
“Kami berharap program kolaborasi dengan ADB nantinya dapat memberdayakan masyarakat desa agar semakin berkembang dan sejahtera,” ujar Ahmad Riza Patria.
Menanggapi hal tersebut, Country Director ADB Indonesia Resident Mission, Bobur Alimov, menyatakan kesiapan ADB untuk mendukung agenda pembangunan desa di Indonesia.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat desa menjadi salah satu fokus utama ADB Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“ADB siap menjadi tidak hanya mitra finansial, tetapi juga mitra pembangunan bagi Kemendes PDT,” ungkap Bobur Alimov.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat percepatan pembangunan desa sekaligus mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Red)















